Saturday, July 22, 2017

39th Adachi Fireworks Festival at Arakawa River, Tokyo


There are so many festivals in Tokyo we can enjoy. Information about festivals in Tokyo are pretty easy to find, there are several websites providing this kind of information. There are several kind of festivals in Japan, such as fireworks festival, lantern festival.

Summer is the best season to attend festivals.

These are the example of websites posting information about festivals.
http://www.gotokyo.org/en/tourists/attractions/fourseasons/hanabitaikai.html
https://www.gotokyo.org/eventlist/en/list
https://hubjapan.io/articles/best-festivals-in-tokyo-an-all-year-round-guide
https://en.wikipedia.org/wiki/Festivals_in_Tokyo

Having local Japanese friend or a friend living in same city as you, are great advantages since they can give guide about what festival will be held in next week, or even they will invite you to come to one.

I attended one of them. I got the information from this site.
http://www.gotokyo.org/en/kanko/adachi/event/adachihanabi.html

And it was pretty beautiful. Many people came in couples, I estimated 75% of them.


Some hawker near festival

Audiences









Tuesday, July 18, 2017

Marine Day Lantern Festival in Odaiba




Pagi ini aku ngerjain beberapa soal CP lagi, dan ngerjain dikit buat problemsetter TOKI Open Contest ITB.

Siangnya ada show sumo di tivi. Lucunya, sumo ini olahraga serius. Di sela-sela pertandingan, ada komentatornya mirip pertandingan bola, ada statistiknya juga. Konon, nonton live-nya pun mahal, lebih dari 10.000 yen (1,2 juta IDR).


Kemudian jam 5.30 sore aku pergi ke Odaiba buat lihat festival lampion. Hari ini adalah hari Senin libur nasional karena Hari Laut. Semua orang libur.

Odaiba adalah daratan buatan di sebelah timur Tokyo. Dulunya di tahun 1850-an, Odaiba dibuat untuk tujuan defensif. Mulai 1900-an, Odaiba berperan penting sebagai distrik pelabuhan, tempat yang sibuk dengan kargo, kapal, bisnis. Tapi semakin lama, Odaiba makin malah menjadi tempat komersial, tempat tinggal, dan objek wisata.

Untuk ke Odaiba, hanya ada 2 transportasi umum. Rinkai Line (kereta subway) atau Yurikamome (Monorail). Jelas lah aku pilih Yurikamome. View dari monorail lebih indah daripada subway bawah tanah.

Monorail

View from Monorail


Kapal pesiar 
Rainbow bridge.
Ini yang menghubungkan Pulau punya Odaiba dengan daratan Tokyo


Crossing near Odaiba

Liberty statue seen from Monorail

Liberty statue, Odaiba, di senja

Skycrapers of Tokyo, seen from Odaiba


Liberty. Begitu sombongnya di langit senja.

Lantern festival



Background: Rainbow bridge

Merah. Kuning. Pink

Rainbow bridge

Gedung kembar

Really love the vibes! Semua orang relax, enjoy musiknya.
Banyak orang engaged. Tua-muda. Laki-perempuan.
Sebenernya ini sesederhana music live di pinggir pantai,
tapi entah kenapa suasananya begitu menenteramkan.



Announcement event hari ini

Cemara berlampu hijau

Ferris wheel.
Bukti bahwa Odaiba emang kawasan wisata atau leisure place.
Sudah malem. Aku pulang. Besok kerja. Good bye! おやすみなさい!

Some Competitive Programming Contests in Calm Sunday


Basically, aku santai-santai aja hari Minggu ini. Siangnya sempet pergi ke Shibuya buat beli charger HP yang hilang. Kemudian di jalanan Shibuya ketemu Mario Kart.

Mario Kart is a legal vehicle? Or just in Shibuya? :o

Kawagoe, Kota Tua Tokyo




Hari ini aku, Wira (IF2012), Michi (IF2012), Dikra (IF2011) berencana ke Kawagoe, Saitama. Daerah ini sudah bukan di Tokyo, di Saitama prefecture (prefektur utaranya Tokyo).

Kawagoe adalah kota tua Tokyo. Banyak rumah penjual souvenir khas, dan tempat Toki-no-kane (Bell Tower) berada. Yang antik dari Kawagoe adalah bangunan-bangunannya yang antik, menggambarkan Tokyo saat masih bernama Edo. Kita serasa dibawa kembali dengan mesin waktu ketika Tokyo masih belum semodern ini, penuh pencakar langit, penuh teknologi. Pengalaman yang murni tradisional, yang tak akan bisa ditemukan di Tokyo. Banyak kuil dan shrine kuno yang bisa kita lihat, ada banyak restoran Jepang autentik, dan banyak tempat bisa dikunjungi sehingga kita serasa hidup di Edo, bukan di Tokyo.

Monday, July 17, 2017

Crazy Yamanote Line at Rush Hour


Yamanote Line in Rush Hour. Sekitar jam 7-8 malam.
Tidak recommended pulang ke rumah di jam segitu.
Potret Yamanote Line pas rush hour. Lautan manusia sejauh mata memandang.

Hari ini aku define dependensi apa saja buat program intern project. Dan berusaha buat installation script buat instalasi automatis program-program yang dibutuhkan sama Invotract. Harapannya, misalkan Invotract diadopsi di komputer yang benar-benar berbeda, apakah nanti bisa digunakan langsung dan bisa working?


This blog post is supposed to be posted at July 14, 2017.

Revolution of My Personal Blog


Hari ini tidak banyak yang kulakukan. Status resmi project internku adalah menunggu data training invoice real dari Multibook cabang Filipin yang berbahasa Inggris, karena project intern yang kupakai hanya bagus hasilnya dalam bahasa Inggris, sementara hasil untuk aksara Jepang tidak terlalu bagus.

Thursday, July 13, 2017

Learn Spring Framework with Tomcat



It's working. I use Spring framework on backend
Betapa susahnya nge-setup Spring Framework supaya bisa up di Tomcat Server. Seharian aku cuma mau nyobain tutorial Hello World yang pake Spring MVC Framework, tapi selalu gagal. Workaround sana-sini pengen tahu kenapa salah, nyoba googling errornya, tapi masih nggak paham. Di akhir jam kerja sekitar jam 6 malem akhirnya berhasil juga up server, Alhamdulillah! Maafkan aku yang terlalu cupu :(

Malemnya aku makan Hakosoba.